121 views

Pengamalan Sholawat Wahidiyah Pembawa Ketenangan Hati dan Jiwa

Imroatus Sholehah*

Mujahadah menurut Wahidiyah sendiri adalah segala aktivitas yang dilakukan baik yang berhubungan secara langsung kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW dengan membaca Sholawat Wahidiyah dengan cara-cara dan adab yang telah ditentukan maupun dengan segala tindakan yang telah diarahkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT.

_Imroatus Sholekah_

Sholawat Wahidiyah merupakan amalan sholawat yang berfaedah untuk menjernihkan hati serta jiwa dan makrifat billah yang artinya dalam perjalanan manusia dalam mendekatkan dirinya kepada Allah SWT akan sulit tanpa dibarengi dengan sholawat yakni (Sholawat Wahidiyah) sebagai penghubung manusia dengan jalan menuju Tuhan. Sholawat Wahidiyah merupakan fadhilah dari Allah SWT yang wajib untuk disyukuri oleh orang yang mendapatkannya. Sholawat Wahidiyah yang secara mutlak telah diijazahkan oleh K.H Abdul Madjid Ma’roef Qs wa Ra sebagai penta’lif Sholawat Wahidiyah tersebut. Sholawat Wahidiyah pun dapat diamalkan oleh siapa pun dan dari kalangan mana pun. Baik muslim maupun non-muslim.

Keberadaan spiritual manusia terdapat di dalam alam kerohanian (metafisik) hati dan jiwa yang memang susah untuk dijelaskan, namun bukan berarti sulit untuk dipahami. Begitupun dengan keadaan spiritual para pengamal Sholawat Wahidiyah. Para pengamal Sholawat Wahidiyah bukan hanya dari mereka yang beragama Islam, banyak dari kalangan masyarakat yang beragama non-muslim ikut serta dalam mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini. Dan masing-masing memiliki pengalaman kerohanian yang berbeda-beda.

 Menurut para pengamal Sholawat Wahidiyah yang juga mengetahui banyak para pengamal dari kalangan non-muslim, mereka bercerita bahwa apa yang mereka rasakan setelah ikut mengamalkan Sholawat Wahidiyah adalah tentang kehidupan spiritual mereka semakin hari yang semakin mendalam, semakin hari jiwa mereka terasa lebih tenang. Mereka seakan-akan menjadi manusia seutuhnya yang dapat memahami hakikat dari diri sendiri serta hakikat keberadaan Tuhannya secara religi.

Read also:  Krisis Isi Perut di Saat Wabah

Para pengamal Sholawat Wahidiyah kalangan non-muslim menganggap bahwa Sholawat Wahidiyah dapat memberikan jaminan hidup yang baik serta sejahtera, baik ketika hidup di dunia baik pula di kehidupan akhirat kelak. Dengan jaminan serta pembuktian keampuhan dari yang dihasilkan oleh sholawat tersebut, mereka para pengamal Sholawat Wahidiyah non-muslim merasa yakin bahwa Sholawat Wahidiyah merupakan suatu kebaikan yang telah diatur oleh Tuhannya. Maka, hal tersebutlah yang mendorong mereka untuk berkenan mengamalkan Sholawat Wahidiyah.

Pengaruh yang dihasilkan dari mengamalkan Sholawat Wahidiyah dirasakan bukan hanya para non-muslim saja, lebih-lebih pengamal muslim pun merasakan ketenangan hati serta jiwa setelah mengamalkannya. Mereka semua meyakini dengan segenap hati bahwa bagi mereka Sholawat Wahidiyah adalah sebuah jalan yang ampuh sebagai jalan yang praktis dalam menuju pengantaran jiwa ke dalam kondisi yang tenang serta tentram. Pengamalan Sholawat Wahidiyan pun juga bermanfaat atau berguna sebagai amalan untuk mencapai suatu hajat kita. Dengan membaca al Fatihah sebanyak 3X setelah itu membaca “ Yaa Sayyidii Yaa Rasulallah” dan tidak lupa mengucapkan hajat yang sedang di inginkan atau dijalankan. Dapat dibaca selama 30 menit dalam jumlah berapa pun dan diamalkan selama 40 hari berturut-turut.

Shalawat Wahidiyah untuk semua golongan, tidak terdapat larangan ataupun batasan dan tidak adanya pemaksaan untuk mengamalkan sholawat tersebut. Namun, dalam melakukan pengamalan Sholawat Wahidiyah harus diniati birosul serta lillahi taala. Sholawat Wahidiyah merupakan salah satu kategori sholawat ghairu am’tsuroh yang dita’lif setelah Rasulallah. Dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha Esa, Wahidiyah menggunakan cara yang cukup mudah yakni dengan membaca sholawat kepada Rasulullah SAW yang lazim disebut dengan mujahadah. Mujahadah itu sendiri adalah suatu usaha lahir batin dalam mendekatkan diri kepada Alah SWT.

Read also:  Mewaspadai (Virus) Kapitalisme

Mujahadah menurut Wahidiyah sendiri adalah segala aktivitas yang dilakukan baik yang berhubungan secara langsung kepada Allah SWT wa Rasulihi SAW dengan membaca Sholawat Wahidiyah dengan cara-cara dan adab yang telah ditentukan maupun dengan segala tindakan yang telah diarahkan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuan akhir dari pengamalan Sholawat Wahidiyah yakni seperti yang telah tercantum dalam lembaran Sholawat Wahidiyah, pengamalan Sholawat Wahidiyah berguna untuk menjernihkan hati serta pikiran dan ma’rifat bilah. Maksudnya adalah membersihkan hati dari segala macam kotoran hati seperti iri, dengki, hasud, dan lainnya. Ma’rifat billah ialah mengenal Allah SWT dengan sebenar-benarnya atau lebih dekat di mana hati dapat melihatnya. Ma’rifat ialah suatu kondisi batin di mana iman seseorang telah mencapai terbukanya hijab dan dapat menyaksikan kebesaran Allah SWT. Dan kondisi batiniyah inilah disebut dengan wushul yang artinya di mana ia merasa dekat dengan kehadiran Allah SWT dan saya pribadi sempat mencoba untuk mengamalkan Sholawat Wahidiyah, namun belum sampai 40 hari, masih dalam tahap awal, yang saya rasakan setelah membaca sholawat ialah hati terasa lebih tenang dan juga lebih damai, beban pikiran mulai berkurang dan lebih berfikir positif.

Di samping ajaran lillah-billah dalam Wahidiyah terdapat ajaran lirrosul-birrosul di mana artinya dalam segala hal baik berupa tindakan dan perbuatan apapun itu, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah dan bukan juga perbuatan yang merugikan supaya disertai dengan niat dan kesadaran untuk mengikuti jejak tuntunan Rasulullah SAW. Maka dalam Wahidiyah dibimbing untuk selalu membaca kalimat shalawat itu tadi “ Yaa Sayyidi Yaa Rasullallah” yang artinya wahai pemimpin kami, wahai utusan Allah. Dan kalimat itu tadi diberikaan kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu, maupun ras, baik yang beragama Islam muslim ataupun non-muslim dapat mengamalkannya. Dan sebenarnya Sholawat Wahidiyah ini sama dengan sholawat seperti biasanya, hal ini sempat menjadi perbincangan banyak orang dan sempat ada beberapa yang menganggap bahwa Wahidiyah merupakan aliran sesat. Namun, itu hanya dianggap sebagai angin lalu karena memang kenyataannya tidak dan Sholawat Wahidiyah merupakan sholawat sebagai rasa cinta kita sebagai umat kepada Rasulullah SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *